
KUBU RAYA – Sebanyak 50 perwakilan civitas akademika Universitas OSO (UNOSO) menghadiri kegiatan Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang diselenggarakan oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) wilayah Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di Ballroom Gardenia Resort and Spa, Kubu Raya, pada Selasa (9/12/2025).
Delegasi Universitas OSO yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa ini tampak antusias mengikuti pemaparan mengenai peluang kerja luar negeri yang aman dan berbadan hukum. Kehadiran pihak kampus dinilai strategis untuk memutus mata rantai penempatan non-prosedural melalui jalur edukasi sejak dini.
Dosen Ilmu Kelautan Universitas OSO, Dodi, M.Pd. yang turut hadir sebagai peserta, mengapresiasi langkah BP3MI dalam merangkul dunia akademik. Menurutnya, informasi mengenai prosedur penempatan yang benar sangat krusial, terutama bagi mahasiswa program studi Ilmu Kelautan yang memiliki potensi pasar kerja luas di tingkat internasional.
“Sektor kelautan dan perikanan adalah sektor global. Lulusan kita memiliki kompetensi untuk bersaing di luar negeri, baik sebagai ahli akuakultur, observer, maupun tenaga profesional di industri maritim,” ujar Dodi di sela-sela kegiatan.

Dodi menambahkan, pemahaman regulasi perlindungan pekerja migran menjadi bekal wajib agar lulusan Universitas OSO tidak hanya siap bekerja secara teknis, tetapi juga paham hak-hak hukum mereka.
“Kami ingin memastikan, jika ada mahasiswa atau alumni kami yang membidik karier internasional, mereka berangkat dengan dokumen lengkap, jalur resmi, dan terlindungi penuh oleh negara. Jangan sampai ada yang terjebak jalur ilegal yang merugikan,” tegas Leonardy Saputra mahasiswa ilmu kelautan universitas Oso.
Dalam sosialisasi tersebut, pihak BP3MI memaparkan berbagai skema penempatan, mulai dari Government to Government (G to G) hingga Private to Private (P to P), serta menekankan pentingnya kompetensi dan sertifikasi sebelum bekerja ke luar negeri.
Keikutsertaan 50 civitas akademika Universitas OSO ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi berkelanjutan, di mana kampus dapat berperan sebagai pusat informasi yang valid bagi mahasiswa yang berminat mengembangkan karier di mancanegara.