UNIVERSITAS OSO – Tim Universitas OSO melakukan sosialisasi Cocofilter, Projek Mini Filter Air Gambut Berbasis Adsorben Ampas Kelapa, di SMAN 11 Pontianak, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini mengenalkan pemanfaatan limbah ampas kelapa sebagai bahan penyerap zat pengotor untuk membantu menjernihkan air gambut sekaligus mendorong budaya riset dan berpikir kritis di kalangan siswa sekolah menengah atas.
Ketua Tim Program, Yulizar Prawiranti, S.Si., M.Si., mengatakan konsep Cocofilter dibuat agar siswa dapat memahami penerapan sains melalui bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. “Secara sederhana, praktiknya memanfaatkan limbah ampas kelapa sebagai adsorben atau bahan penarik zat pengotor untuk menjernihkan air gambut yang asam dan berwarna kemerahan,” kata Yulizar.
Kegiatan sosialisasi mini filter air gambut berbasis ampas kelapa tersebut merupakan bagian dari program pengabdian dan riset yang didanai melalui Program Titik Kumpul Sains dan Teknologi di Perguruan Tinggi Tahun Anggaran 2026. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga dikenalkan dengan cara melihat persoalan di lingkungan sekitar melalui pendekatan ilmiah,” ujar Yulizar.
Dalam materi yang disampaikan, siswa diperkenalkan pada fungsi ampas kelapa sebagai adsorben, yakni bahan yang dapat membantu menarik atau menyerap zat pengotor dari air.
Yulizar menjelaskan, “Ampas kelapa yang selama ini sering dianggap sebagai limbah dapat dipelajari dan dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam proses penyaringan air gambut.”
Menurut Yulizar, “Kami ingin siswa memahami bahwa kegiatan penelitian dapat berawal dari persoalan sederhana yang mereka jumpai sehari-hari, termasuk persoalan kualitas air dan pemanfaatan limbah,” tambahnya.
Air gambut menjadi salah satu objek yang diperkenalkan dalam proyek tersebut karena memiliki karakteristik berwarna kemerahan dan bersifat asam. “Melalui Cocofilter, siswa dapat mempelajari bagaimana suatu bahan seperti ampas kelapa digunakan sebagai adsorben dalam proses penjernihan air gambut,” jelas Yulizar.

Wakil Rektor I Universitas OSO, Dr. Sofi Sofiyah, mengatakan kegiatan di SMAN 11 Pontianak tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi sederhana, tetapi juga diarahkan untuk membangun kebiasaan meneliti sejak tingkat sekolah menengah. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan budaya meneliti dan berpikir kritis pada siswa sejak dini di tingkat sekolah menengah atas,” kata Sofi.
Ia menilai pengenalan kegiatan riset kepada siswa penting untuk melatih kemampuan mengamati persoalan, mencari informasi, serta mencoba menemukan alternatif pemecahan masalah melalui pendekatan ilmiah. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa dan mendorong mereka lebih aktif dalam memahami proses penelitian,” ujarnya.
“Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat hubungan antara Universitas OSO dan sekolah mitra di Kota Pontianak,” Imbuhnya.
Tim pelaksana kegiatan sosialisasi Cocofilter di SMAN 11 Pontianak dipimpin Yulizar Prawiranti, S.Si., M.Si., dengan anggota Weni Mandasari, S.Si., M.Si., serta Dr. Sofi Siti Shofiyah. “Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi siswa untuk mengenal kegiatan sains, teknologi, dan penelitian,” pungkas Sofi. (humas)


[…] Baca juga: Dosen Kimia Universitas OSO Kenalkan Teknologi Cocofilter untuk Air Gambut di SMAN 11 Pontianak […]