
Pontianak, 17 April 2025 — Dalam upaya memperkuat peran ilmu pengetahuan dalam menjaga kelestarian laut Indonesia, Program Studi Ilmu Kelautan Universitas OSO kembali menggelar Webinar Marine Khatulistiwa Session 5. Mengangkat tema “Pemanfaatan Data Forecasting Dalam Pelestarian Sumber Daya Laut”, webinar ini sukses diselenggarakan secara daring pada Kamis, 17 April 2025, diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai institusi akademik instansi pemerintah dan kelompok masyarakat kelautan.
Membuka Wawasan Maritim Lewat Data
Kegiatan tahunan yang kelima ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan data prakiraan (forecasting) dalam pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan. Isu ini semakin relevan mengingat pesatnya perubahan iklim, peningkatan aktivitas ekonomi pesisir, dan kebutuhan akan pengelolaan laut berbasis data yang akurat. Dekan Fakultas IPA dan Kelautan Universitas OSO Ibu Riza Linda menekankan pentingnya riset yang dipublikasikan sehingga menjadi bagian data series dalam mendukung pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut. Selanjutnya ketiga narasumber mewakili bidangnya langsung membagikan ilmu dan pengalaman mereka.
Ferdy Gustian Utama menjadi pemateri pertama yang memaparkan materi berjudul “Peran Ocean Forecast Data dalam Mendukung Pengelolaan dan Keselamatan di Bidang Kelautan”. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan data ocean forecasting untuk menjamin keselamatan aktivitas maritim dan keberlangsungan ekosistem laut.
“Data prakiraan laut tidak hanya penting untuk para nelayan atau pelaut, tetapi juga untuk perencanaan pembangunan, mitigasi bencana, dan konservasi sumber daya hayati laut. Tantangannya memang ada, mulai dari ketersediaan data, validitas, hingga keterbatasan infrastruktur pemantauan, namun teknologi terus berkembang dan harus dimanfaatkan secara optimal,” jelas Ferdy.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Muhammad Zainudin Lubbis, yang membahas pengaplikasian data forecasting dalam mendeteksi perubahan iklim serta dampaknya terhadap keberlanjutan sumber daya laut. Ia menyoroti bagaimana data ini dapat digunakan untuk memperkirakan kondisi laut di masa depan sehingga menjadi dasar dalam mengambil kebijakan konservasi dan pembangunan berkelanjutan.
Pemateri ketiga, Dionisius Endy Vietsaman, mengulas materi teknis berupa jenis-jenis data yang dibutuhkan dalam proses perencanaan kelautan. Mencakup data fisik, bio-ekologis, sosial-budaya, hingga ekonomi kelautan sebagai daya dukung awal yang akan digunakan di masa depan lalu dicatat kembali menjadi data series berupa Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
“Forecast adalah perencanaan, maka pembangunan kelautan harus dilengkapi dengan kualitas data termasuk legalitasnya. Pemerintah telah merencanakan tahapan pembangunan secara sistematis, antara lain lewat penetapan RPJM berikut program unggulan seperti Proyek Strategis Nasional di Kalimantan Barat. Peran akademis relevan diterapkan dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan secara berkelanjutan,” jelas Endy.
Antusiasme Peserta dan Jembatan Kolaborasi Lintas Lembaga
Peserta kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya Politeknik Negeri Batam, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Sulawesi Barat, Politeknik Negeri Lampung, Politeknik Negeri Pontianak, Institut Teknologi Sumatera, Fukultas perikanan dan ilmu kelautan/Universitas Halu Oleo, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Yayasan WeBe, Politeknik Negeri Batam, BPPP Bitung, UPPP Dinas KPKP DKI Jakarta, BPBAP Situbondo, DKP Kalimantan Utara, BPSPL Pontianak, hingga Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Antusiasme tinggi dari peserta terlihat dari interaksi dalam sesi diskusi, serta berbagai testimoni positif yang disampaikan di akhir kegiatan. Salah satu peserta menyampaikan:
“Kegiatan ini memberikan pemahaman yang sangat luas tentang kelautan. Selama ini, pengetahuan kita masih terbatas, terutama dalam hal pemanfaatan aplikasi seperti dari BMKG. Dengan adanya kegiatan ini, wawasan kami menjadi jauh lebih terbuka, khususnya tentang bagaimana aplikasi dan data kelautan bisa digunakan untuk berbagai kegiatan di bidang maritim,” ujarnya.
Webinar ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antar-lembaga dan kampus dalam pengembangan penelitian dan kebijakan kelautan berbasis data.
Dukung Proyek Strategis Nasional di Sektor Kelautan
Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi akademik dalam mendukung program pemerintah melalui Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya di sektor kemaritiman.
“Ilmu dan teknologi kelautan harus menunjang pembangunan secara berkelanjutan. Kualitas data yang relevan dapat mendukung PSN dan saling melengkapi. Menindak lanjuti kegiatan Webinar ini, Kampus Universitas OSO akan menginisiasi dan menindak lanjuti kerjasama yang selama ini sudah berjalan bersama Pemerintah Daerah Provonsi Kalimantan Barat termasuk Sektor Swasta dalam kegiatan riset Kelautan di Kabupaten Kayong Utara. Kegiatan riset tersebut antara lain Monitoring parameter lingkungan secara berkala untuk keberlanjutan ekosistem melalui Smart Laboratorium Maritim di Kabupaten Kayong Utara sehingga kehadiran Smart Laboratorium Maritim tersebut bisa mendukung pembangunan berkelanjutan daerah, kesejahteraan masyarakat, dan investasi bisnis jelas Zan Zibar selaku Ketua Program Studi Ilmu Kelautan Universitas OSO.
Dengan kegiatan ini, Universitas OSO kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam pengembangan ilmu kelautan dan pelestarian sumber daya laut Indonesia.