Profil Ketua Yayasan Pendidikan OSO

H. Hildi Hamid, B.E., : “Membangun Manusia, Menguatkan Pendidikan untuk Kalimantan Barat”

H. Hildi Hamid, B.E. merupakan tokoh Kalimantan Barat dengan perjalanan pengabdian yang mencakup dunia profesional, pemerintahan, pembangunan daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga diplomasi internasional. Sejak 17 Juni 2025, beliau dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Yayasan Pendidikan OSO, badan penyelenggara Universitas OSO. Dalam peran ini, pengalaman panjangnya dalam memahami kebutuhan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia menjadi landasan penting untuk mendukung perkembangan Universitas OSO sebagai perguruan tinggi yang berakar di Kalimantan Barat, relevan dengan kebutuhan zaman, dan memiliki daya saing yang semakin luas.

Bagi H. Hildi Hamid, pembangunan tidak berhenti pada hadirnya infrastruktur. Pengalaman memimpin sebagai Bupati Kabupaten Kayong Utara selama dua periode memperlihatkan perhatian terhadap pendidikan sebagai salah satu fondasi pembangunan manusia. Pada masa kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menjalankan pendidikan gratis hingga jenjang menengah, mengembangkan program “10 Sarjana per Desa”, serta menyediakan beasiswa bagi lulusan sekolah menengah untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Pada 2017, hampir seribu mahasiswa asal Kayong Utara tercatat telah memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui dukungan pemerintah daerah.

Kebijakan tersebut berangkat dari persoalan yang sangat dekat dengan realitas Kalimantan Barat: jarak antardaerah yang luas, keterbatasan akses pendidikan di wilayah kepulauan dan perdesaan, serta kebutuhan menghadirkan tenaga profesional yang berasal dari daerah sendiri.

Dalam sejumlah kesempatan, H. Hildi Hamid menekankan pentingnya pendidikan agar putra-putri daerah memiliki kesempatan berkembang dan pada akhirnya dapat kembali mengambil bagian dalam pembangunan masyarakatnya. Karena itu, pembangunan sekolah, perbaikan akses, pendidikan gratis, beasiswa, dan kerja sama dengan perguruan tinggi ditempatkan dalam satu rangkaian upaya memperluas kesempatan belajar sekaligus menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan jangka panjang.

Jejak tersebut memberikan konteks yang kuat bagi kepemimpinannya di Yayasan Pendidikan OSO. Universitas OSO lahir dari Kalimantan Barat dan membawa visi menjadi perguruan tinggi unggul yang membentuk sarjana inovatif, adaptif, dan berkeadaban.

Dalam konteks itu, pengembangan universitas tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan institusi, tetapi juga dengan kualitas pengalaman belajar mahasiswa, relevansi kompetensi lulusan, kekuatan tata kelola, budaya mutu, serta kemampuan perguruan tinggi memberikan manfaat kepada masyarakat.

Bagi Universitas OSO, pembangunan sumber daya manusia berarti membuka ruang yang semakin luas bagi generasi muda Kalimantan Barat untuk memperoleh pendidikan tinggi berkualitas tanpa kehilangan kedekatan dengan kebutuhan daerah. Kalimantan Barat memiliki potensi besar pada sektor kelautan, sumber daya alam, perdagangan, kewirausahaan, pelayanan publik, dan berbagai bidang pembangunan lainnya yang membutuhkan tenaga profesional berpengetahuan dan berintegritas. Perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk mempertemukan potensi tersebut dengan pendidikan, penelitian, inovasi, serta kompetensi yang relevan dengan perkembangan masyarakat dan dunia kerja.

Dalam kepemimpinannya, H. Hildi Hamid juga membawa pandangan bahwa mahasiswa perlu dipersiapkan bukan hanya untuk menyelesaikan pendidikan formal, tetapi untuk memiliki kemampuan menghadapi perubahan. Pada kegiatan PKKMB Universitas OSO tahun 2025, beliau menekankan bahwa generasi emas tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik; kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan perubahan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju keberhasilan. Pandangan tersebut sejalan dengan arah Universitas OSO yang menempatkan inovasi, adaptabilitas, dan keadaban sebagai karakter penting dalam pembentukan lulusannya.

Pengalaman kepemimpinan publik turut membentuk pemahamannya mengenai pentingnya keterhubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan kebutuhan pembangunan daerah. Dalam perspektif ini, keberadaan Universitas OSO di Kalimantan Barat bukan semata-mata identitas geografis, tetapi juga merupakan ruang pengabdian. Kampus diharapkan mampu menjadi tempat tumbuhnya pengetahuan, gagasan, kompetensi, dan generasi profesional yang memahami karakter daerahnya sekaligus memiliki kemampuan untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Dimensi lain dari perjalanan Hildi Hamid adalah pengalaman diplomasi internasional. Pada September 2020, beliau dilantik oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Azerbaijan, berkedudukan di Baku. Pengalaman beliau memperluas perspektifnya mengenai kerja sama lintas negara, hubungan antarlembaga, serta pentingnya jejaring dalam dunia yang semakin terhubung. Dokumen Kementerian Luar Negeri juga mencatat Hildi Hamid masih menjalankan tanggung jawab sebagai Duta Besar RI untuk Azerbaijan pada 2024.

Bagi pendidikan tinggi, pengalaman internasional tersebut memiliki relevansi dalam membangun keterbukaan terhadap kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta jejaring akademik yang lebih luas. Namun, orientasi tersebut tetap berpijak pada kebutuhan untuk memperkuat sumber daya manusia dari daerah. Generasi muda Kalimantan Barat perlu memiliki kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang luas, tanpa kehilangan pemahaman mengenai masyarakat dan lingkungan tempat mereka berasal.

Kini, melalui Yayasan Pendidikan OSO, perjalanan panjang tersebut bertemu pada satu fokus: pendidikan sebagai jalan membangun manusia. Universitas OSO diarahkan untuk tumbuh sebagai institusi yang memiliki mutu, tata kelola yang kuat, kedekatan dengan masyarakat, serta kemampuan membangun jejaring yang semakin luas. Dengan Kalimantan Barat sebagai fondasinya, universitas diharapkan menjadi ruang bagi putra-putri daerah untuk tumbuh menjadi pribadi terdidik, profesional, adaptif, berintegritas, dan berkeadaban.

Kepemimpinan H. Hildi Hamid, B.E. di Yayasan Pendidikan OSO dengan demikian membawa kesinambungan pengalaman dari pembangunan daerah menuju pembangunan pendidikan tinggi—dengan kualitas manusia sebagai salah satu pusat perhatian. Semangat tersebut menjadi bagian dari arah Universitas OSO untuk terus bertumbuh: berakar kuat di Kalimantan Barat, memberikan kontribusi bagi Indonesia, dan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk melangkah lebih jauh. (humas)

Leave a Reply